29 Mar 2024 13:51 - 2 menit membaca

Ini Biang Kerok Harga Pangan Sering Meledak

Bagikan

Friksi.id, Jakarta – Pemerintah memastikan stok pangan nasional mencukupi atau aman untuk bulan Ramadan dan juga menghadapi Lebaran 2024. Lantas mengapa harga pangan jelang Ramadan dan Lebaran cenderung tinggi?

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Isy Karim mengatakan, secara historis memang selalu terjadi pergerakan harga pangan apabila menghadapi bulan Ramadan maupun Lebaran Idul Fitri. Namun kenaikan harga itu, katanya, bukan disebabkan oleh pasokan yang kurang, melainkan karena faktor psikologis ekspektasi peningkatan harga terhadap barang pangan.

“Memang secara historis nih biasanya setiap awal puasa, kemudian lebaran atau Idul Fitri ini memang terjadi kenaikan yang cukup berpengaruh. Nah kenaikan ini memang dipicu oleh adanya lebih ke psikologis,” kata Isy Karim dalam Dialog Publik bertema Memastikan Ketersediaan dan Keterjangkauan Harga Pangan Jelang dan Pasca Lebaran 2024 di Jakarta, Rabu (27/3/2024).

Berdasarkan data Bank Indonesia, lanjut Isy, bahwa ekspektasi harga barang diperkirakan meningkat pada bulan Maret, Ekspektasi Indeks Harga (EIH) barang umum bulan Maret ini meningkat 137,2% dibanding bulan Februari yang sebesar 129,3%.

“(Kondisi ini) memang terjadi setiap tahun. Jadi bukan karena faktor ketersediaan, tapi lebih ke ekspektasi peningkatan terhadap barang pangan. Jadi memang itu yang yang terjadi,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Wakil Kepala Satgas Pangan Polri, Samsu Arifin memastikan stok pangan saat ini aman untuk 1-1,5 bulan ke depan. Katanya, Satgas Pangan Polri terus melakukan pengawasan dan monitoring terkait ketersediaan dan distribusi bahan pokok ke seluruh Indonesia.

“Kita pastikan dari Satgas Pangan, berdasarkan analisa menghadapi HBKN (hari besar keagaman nasional) ini, 1-1,5 bulan ke depan stok pangan kita aman. Yang perlu kita jaga adalah bagaimana mekanisme pendistribusian, sehingga tidak berpengaruh terhadap harga,” kata Samsu dalam kesempatan yang sama.

Oleh karenanya, ia menghimbau kepada masyarakat agar tidak perlu khawatir, dan dimohon dapat membeli bahan pokok secukupnya.

Sementara itu, Direktur Transformasi dan Hubungan Kelembagaan Perum Bulog Sonya Mamoriska mengatakan, stok Bulog untuk menghadapi Lebaran 2024 ini cukup.

“Karena kita memang disuruh atau diminta pemerintah untuk menjaga kecukupan stok 1 juta sampai dengan 1,5 juta ton sepanjang tahun. Saat ini posisi stoknya ada sekitar 1,1 juta ton. Jadi ini mudah-mudahan cukup menjaga stabilisasi harga selama beberapa bulan ke depan,” ungkapnya.

Adapun untuk komoditas lain yang dimiliki Perum Bulog, Sonya menyebutkan, daging kerbau ada sekitar 5.700 ton, minyak goreng, gula pasir, dan tepung terigu.

“Karena pada dasarnya, kita sebagai lembaga penyelenggara cadangan pangan pemerintah (CPP) kita diberikan penugasan untuk menjaga stabilisasi untuk 3 komoditas, padi, jagung dan kedelai,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

- - Ini Biang Kerok Harga Pangan Sering Meledak